You Are What You Eat

by nextdreams.id


Posted on 2017-08-20 08:52:45



sumber https://www.heraldnewsmagazine.com/

Berdasarkan survey menurut Kompas, sebanyak 98 % dari anak dan remaja mengaku tau tentang internet. Dan 79,5 % di antaranya merupakan pengguna internet. Bayangkan jika seluruh informasi yang ada di internet diserap oleh si pengguna internet, sudah pasti terdapat dampak yang akan ditimbulkan di masyarakat mulai dari dampak positif hingga negatif

Istilah “You Are What You Eat” sepertinya bukan hal baru ditelinga kita dan bahkan terbilang mainstream, tapi entah kenapa topik ini emang gak pernah basi dan masih enak buat dibahas.  Dulu istilah ini cuma berlaku untuk urusan perut aja, tapi di era globalisasi kayak sekarang pengertian itu udah gak sepenuhnya berlaku. Selain tentang makanan, kepribadian juga dapat terbentuk dari segala jenis inputan yang masuk ke badanmu gan/sis.. termasuk informasi yang beredar secara massif saat ini…

Sadar gak sih, informasi demi informasi selalu berdatangan tanpa henti. Sebenernya apa ya penyebabnya? Ternyata hal ini terjadi karna semua orang sekarang udah mulai kecanduan socmed. Bangun tidur update di Facebook, cek notif WA, BBM, Line dan begitu seterusnya, alhasil informasi datang sendiri tanpa kita cari. Fenomena ini udah berlangsung lebih dari 7 tahun yang lalu semenjak kehadiran Facebook. Sebelum socmed buatan Mark Zuckerberg lahir, sebetulnya udah banyak social media lainnya yang merajai dunia internet contohnya Friendster, namun belum sefenomenal sekarang.

Tapi kita gak bisa menyalahkan socmed gitu aja, karna kita harusnya bersyukur dengan kemudahan yang udah dikasih sama pendiri-pendiri socmed tersebut. Jaman dulu untuk berkomunikasi jarak jauh itu butuh kesabaran lhoo, karna harus kirim-kiriman surat yang dianter sama pak pos, bayangin kalo jaman sekarang masih ada yang kayak gitu, yakin kamu mau berlama-lama nunggu balesan surat dari doi kayak yang dilakuin kakek nenekmu dulu?

Untuk itu kamu wajib memilih-milih akun socmed mana yang ingin kamu follow yang tentunya harus yang sesuai dengan kebutuhanmu dan juga menginspirasi. Kalo kamu memfollow akun yang isinya rata-rata gak berguna itu akan sangat ngerugiin kamu, waktumu akan habis dengan percuma gara-gara dipake buat ngepoin isi akun gak jelas tadi. Misal, kamu follow akun gossip yang isinya hanya mengumbar aib orang, sudah pasti isi konten dalam akun tersebut dapat mempengaruhi pola pikirmu dan dampaknya membentuk kepribadianmu yang gak baik. Carilah konten-konten bermanfaat, contohnya follow akun socmed milik motivator-motivator ternama, dan akun yang berisi info mengenai kesehatan, lingkungan, dan sebagainya. Hal ini udah pasti bermanfaat dan dapat memotivasi kehidupanmu sehari-hari, serta menambah pengetahuanmu tentang dunia luar walau hanya dari social media.

Selain mengandalkan informasi dari socmed, kita juga harus menggali ilmu dari mana pun untuk mengembangkan potensi diri dan mengasah skill yang sudah kita miliki sebelumnya. Caranya adalah dengan membaca buku, mengikuti seminar atau pelatihan, dan bergaul dengan banyak orang dari berbagai kalangan untuk memperluas jaringan pertemanan. Hal-hal tersebut merupakan bekal yang penting banget buat kehidupanmu kelak. Mengisi waktu dengan hal yang bermanfaat akan membuat kamu mengetahui betapa pentingnya ilmu dan waktu, dan pastinya setiap ketemu orang kamu akan lebih percaya diri karna obrolanmu yang berbobot sebab omonganmu yang kayak motivator-motivator terkenal itu. Kamu harus membiasakan diri mengisi otak, hati dan badanmu dengan sesuatu yang bermanfaat kalo kamu gak mau mengeluarkan output yang jelek dari dirimu.

Kamu inget gak istilah dalam dunia IT yang berbunyi “Garbage In Garbage Out”, yang artinya jika yang diinput adalah sampah, otomatis outpunnya pun juga sampah, istilah itu juga berlaku dengan manusia. Jadi istilah “You Are What You Eat” ternyata emang terbukti, apapun inputan yang masuk ke tubuh kamu akan mempengaruhi pribadimu sehari-hari. Maka jadilah pribadi yang berkualitas ya!